Discover Perak Malaysia with Gaya Travel X : My 1st Trip as a Food Blogger

BeautyPlus_20150408173440_save[1]

5th april 2015

1 hari sebelum keberangkatan, saya disibukan dengan urusan kerjaan dan Food Blogger saya. Sampai-sampai saya lupa belum memiliki koper dan juga menukarkan uang Rupiah saya ke Ringgit. Pada malam harinya sebelum hari H saya mencoba untuk meminjam kepada beberepa sodara dan teman,namun tak ada satu pun yang pas. Punya saudara saya memiliki koper yang besar seperti orang mau pindahan rumah, sedangkan yang punya sahabat saya Cindy Ochin ukurannya terlalu kecil. Akhirnya sekitar jam 9 malam saya pergi menuju Carrefour Kiara Condong untuk membeli koper. Dan lagi-lagi serba mendadak. Setelah berkeliling di Carrefour akhirnya saya menemukan koper yang pas berwarna hijau dengan penawaran harga yang cukup menarik sekitar Rp.500,000. Cukup murah untuk ukuran koper yang saya beli. Sudah jam 10 malam dan saya tidak ada waktu lagi untuk menukarkan Ringgit , akhirnya saya memilih untuk menukarkan di Airport Bandung atau di Malaysia.

6th April

Hari ini lumayan hari yang cukup padat, selalain hari ini adalah jadwal keberangkatan saya ke Malaysia, tapi saya juga harus masuk kerja terlebih dahulu. Rutinitas pukul 9 di kantor hingga jam istirahat cukup padat, saya harus menyelesaikan pekerjaan sebelum jam 12.

Akhirnya pekerjaan saya selesaikan tepat waktu, segera saya bereskan meja kerja dan langsung menuju airport namun drama saya belum berakhir, saya harus menitipkan kendaraan saya di rumah sodar di dekat kantor saya lalu dilanjutkan dengan menggunakan Ojeg (Motor taxi) menuju Airport. Sesampai nya dirumah sodara ternyata tidak ada yang membukakan pintu. Saya pun mulai panic karena jam sudah menunjukan jam 12:45, akhirnya saya mencoba terus menghubungi sodara saya, dan akhirnya dia menjawab teleponnya,, ternyata dia sedang diluar kota, lalu dia mencoba menghubungi asisten rumah tangga dirumahnya, dan finally saya terselamatkan. Lalu saya segera menuju airport menuju Ojeg yang ada di sana. Di airport sudah ada crew dari MQtv yang menunggu saya untuk bersama-sama menuju Kuala Lumpur Malaysia, hampir saja saya terlambat karena tau sendiri kita harus check in bagasi dan antri imigrasi.

20150406_132729-1[1]

Tepat pukul 2.10 sudah waktunya pesawat take off, namun terdapat kendala teknis sehingga saya harus menunggu hingga sekitar 45 menit didalam pesawat. Pesawat yang saya gunakan adalah Malindo Air, perusahaan penerbangan berbasis Malaysia yang merupakan group Lion air. Pesawat ini cukup baik dibandingkan Lion Air, terdapat Tv kecil di setiap kursinya sehingga Penumpang sedikit terhibur dengan keterlambatan pesawat.

Sekitar pukul 5 kami tim dari Bandung tiba di KLIA 2 Airport Malaysia yang letaknya lumayan jauh dari Kuala Lumpur namun menurut saya this is one the best Airport I ever seen. Luas banget tempatnya dan cukup membuat saya kewalahan untuk berjalan dari keluar pesawat hingga pintu keluar menuju KL Express.

Sambil melihat ketakjuban airport, akhirnya kami sampai di stasiun KLIA untuk berangkat menuju Airport, saya tak sempat mengabadikan moment ketika sampai karena terlalu takjub dan lelah Karen asampai saat sampai saya belum mengganti baju kantor, tidak apa lah biar kelihatan kaya ESMUD (Eksekutif Muda) haha LOL.

Lalu kami menggunakan KL Express yang merupakan kereta Express menuju Kuala Lumpur tanpa ada transit, harganya cukup mahal sekitar 30RM. Tak sampai 30 menit, kami pun tiba di KL Sentral yang merupakan pusat dari segala penjuru Malaysia berkumpul disini. Kami pun dijemput di NU Sentral yang merupakan Mall disana. Lalu kami akhirnya makan malam , sudah cukup lama saya tidak mengisi perut sejak pagi tadi, belum ada satu pun makanan masuk dalam perut saya. Saya pun memesan “Fabulous Prawn Mee” di sebuah Café dekat dengan stasiun Monorail yang bernama “The Loaf”.

IMG_9351_1
Prawn Mee – The Loaf

Prawn Mee ini mirip dengan laksa khas negri Jiran dengan daging Udang Utuh dan kuah kari yang khas, rasanya cukup menggiurkan dan saya makan dengan lahap ( efek belum makan seharian). Untuk Minumnya tak ada menu yang menarik, jadi saya hanya memesan juice saja.

Untuk Makanan penutupnya adalah Cronut by The loaf yang menurut saya sedikit mengecewakan karena texturnya yang terlalu Oily dan kering tapi cukup untuk mengimbangi Prawn Mee, sedikit makanan Manis bisa mengisi tenaga yang hilang karena perjalanan tadi haha.

IMG_9347_1

Harga untuk Prawn Mee ini adalah 26 RM atau sekitar Rp.96,200. dan Cronut sekitar 10 RM atau sekitar Rp.37,000. Cukup mahal untuk ukuran makanan,tapi saya terselamatkan karena makanan saya di traktir oleh Mr.Nuar dari Gaya Travel Magazine. Thanks God.

Setelah selesai makan kami menuju hotel pertama kami di yaitu GEO Hotel di jalana Hang tuah dekat Central Market. Sesampainya kami langsung Check in lalu segera mencari makan malam kami di sekitar sana. Gak kerasa ternyata udah jam 10 malam dan sudah banyak pertokoan yang tutup jadi kami kesulitan untuk mencari makan, jadi kami hanya mencicipi makanan seperti sate-satean berisikan bakso udang, fishball dan Skin tofu yang berada di China Town. Gak bikin kenyang tapi cukup lah untuk malam ini, karena besok kita harus stand by pagi jam 7 di Malaysia Tourism Center.

Setelah beres makan kami segera menuju hotel kembali untuk siap-siap tidur, can’t wait untuk acara keesokan hari nya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s